Rabu, 04 Mei 2016

CURUK WATULAYAH

Membicarakan air terjun di Gunungkidul tentu akan langsung terbayang Air Terjun Sri Gethuk di Bleberan Playen. Ada satu lagi air terjun di wilayah Playen yang tak kalah cantik, hanya karena lokasinya tersembunyi belum begitu dikenal masyarakat, yaitu Air Terjun Sawangan. Di Padukuhan Gubukrubuh Desa Getas Playen inilah tersembunyi pesona indah Air Terjun Sawangan. Penduduk sekitar juga sering menyebutnya air terjun empat tingkat, karena memang air terjun ini memiliki empat tingkat jatuhan air denganketinggian beragam. Akses menuju lokasi air terjun yang masihalami dan jauh dari keramaian penduduk. Para pecinta wisata minat khusus dapat mengambil jalan ke arah Desa Getas, sesampainya di perempatan Desa Getas, ambil jalan ke selatan menuju padukuhan Gubukrubuh. Jalan aspal hanya sekitar satu kilometer.

Mulai dari Padukuhan Tanjung sampai Padukuhan Gubukrubuh jalanan cukup sulit karena jalanan banyak dipenuhi bongkahan batu sebesar kepalan tangan  sehingga bagi para wisatawan harus lebih berhati-hati.Sampai di perempatan Gubukrubuh, ambiljalan ke kanan (barat) melalu jalan cor blok dan berbatu hingga memasuki area persawahan setelah melewati jalan menurun yang cukup curam. Pengendara harus hati-hati karena jalanan yang merupakan kombinasi batuan serta tanah liat yang cukup licin, jarak dari perempatan Gubukrubuh sekitar 600 meter. Sebelum sampai di lokasi Air Terjun Sawangan, pengunjung harus melalui pematang sawah untuk mencapai tingkat pertama. Jatuhan air tingginya sekitar 1-2 meter. di bawahnya ada kolam air yang tidak terlalu dalam sekitar 2-3 meter. Namun jatuhan air tidak hanya di tingkat ini saja masih ada tiga tingkat di bawahnya. Selanjutnya menuju tingkat kedua, harus kembali ke awal perjalanan dan menyeberangi sawah dengan memutar. Ini karena belum ada akses jalan menuju lokasi, maka harus berhati-hati dalam berpijak karena tekstur tanah yang kurang kuat di sebelah pinggir. Jika kurang berhati-hati bisa-bisa terjatuh ke jurang dibawahnya. Untuk tingkat kedua, jatuhan air mengalir mengikuti bebatuan yang bergelombang. ketika tidak hujan ketebalan air hanya sekitar 5 cm , batuan yang ada tidak terlalu licin, sehingga bisa menjadi tempatuntuk bermain akan tetapi tetap harus berhati-hati. Dari tingkat kedua ini bisa terlihat tingkat ketiga dan keempat dengan jatuhan air vertikal, akan tetapi harus berani berjalan memutar yang cukup jauh dan penuh dengan semak belukar karena belum ada jalan setapak menuju dasar air terjun.Kondisi air terjun yang masih dikelilingi oleh semak belukar di sisi kanan dan kirinya menambah kesan asri alami, masihjarang terjamah oleh wisatawan, hanya penduduk sekitar yang sesekali melihat, itu pun tidak semua warga sekitar yang tahu tentang air terjun ini.

Masyarakat sekitar berharap, Air Terjun Sawangan bisa membuat daya tarik tersendiri bagi Padukuhan Gubukrubuh dan mampu mensejahterakan masyarakat serta dapat dikembangkan untuk kawasan wisata alam.Air terjun merupakan bukti keagungan alam yang tak dapat ditampik. Begitu pula dengan keindahan air terjun empat tingkatyang tersembunyi di Gunungkidul. Jika Bali memiliki air terjun bertingkat Gitgit serta Sulawesi Tenggara memiliki tujuh tingkat air terjun Moramo, DIY juga tak kalah. Kabupaten Gunungkidul rupanya menyembunyikan air terjun bertingkat yang masih belum dikelola di Dusun Gubukrubuh, Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul.Penduduk sekitar menyebutnya dengan Air Terjun Sawangan. Air terjun ini memiliki empat tingkat jatuhan air denganketinggian beragam.Sebelum mencapai lokasi air terjun Sawangan, harus melalui pematang sawah untuk mencapai tingkat pertama. Jatuhan air tingginya sekitar satu hingga dua meter. Di bawahnya ada kolam sedalam kira-kira dua meter. Namun, jatuhan air tak berhenti begitu saja, masih ada tiga tigkat lainnya.

Untuk menuju tingkat kedua, harus kembali ke jalan awal dan menyeberangi sawah dengan sedikit memutar. Karena belum ada akses jalan menuju lokasi, maka harus hati-hati dalam berpijak. Salah-salah bisa terjerembab ke jurang di bawahnya. Pada tingkat kedua ini jatuhan air mengikuti bebatuan yang bergelombang. Ketika tidak hujan, ketebalan air hanya lima sampai 10 cm. Batuan yang tampak licin rupanya tak licin sama sekali sehingga bisa menjadi tempat untuk bermain. Dari tingkat kedua ini, bisa terlihat tingkat ketiga dan keempat dengan jatuhan air vertikal. Sayangnya untuk mencapai dasarair terjun, jalan setapak belumlah ada. Harus mau menerabas semak belukar danberjalan memutar seitar 1,5 kilometer.Kondisi air terjun yang masih diselingi semak belukar di sisi kiri dan kanan menambah kesan masih jarang terjamah. Paling-paling hanya penduduk sekitar yang sekali-kali melihat.

Twitter :@watu_layah
Ig; @watulayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar